Translate

Thursday, 28 November 2013

TUTORIAL Pemrograman WEB Dengan Php + ORACLE

                                                    
Pemrograman WEB
Dengan
Php + ORACLE
                                              
Sekilas tentang  Aplikasi WEB Menggunakan PHP dan Oracle
Saat ini hampir semua aplikasi Web yang di kembangkan saat ini membutuhkan tekhnologi database untuk melakukan penyimpanan dan pengelolaan data yang di gunakan di dalam nya.PHP memberikan dukungan terhadap banyak database,baik yang bersifat komersial atau pun yang tidak,termasuk Oracle.
Di indonesia ,banyak terdapat perusahaan-perusahaan raksasa (seperti Pertamina,Telkom,PLN) ataupun perusahaan-perusahaan yang lain nya yang menggunakan database Oracle untuk menyimpan dan mengelola data mereka,misalnya,data pelanggan,anggaran akuntansi dan keuangan,dan sebagainya.dan ternyata untuk pengembangan aplikasi web nya pun,mereka menggunakan PHP.Disini saya mencoba untuk berbagi konsep-konsep dasar yang di perlukan dalam mengembangkan aplikasi web menggunakan PHP dan Oracle.
1.Instalasi  Oracle Database XE
Memperoleh software Oracle Database XE
Software Oracle Database XE (Oracle Database 10g Express Edition),Oracle versi gratis dapat anda peroleh di situs Oracle Technology Network:   http://otn.oracle.com/xe.
Melakukan Instalasi Oracle Database XE
Sebelum anda mempelajari Oracle,anda perlu memasang software Oracle Database XE terlebih dahulu,yang akan kita gunakan sebagai sarana untuk mempelajari Oracle dan sebagai server database  pada saat mempelajari materi tentang akses database melalui PHP. Berikut cara-cara nya.

1.Buka direktori Software/OracleXE
2.Jalankan file OracleXEUniv.exe.
3.klik next untuk beralih ke form berikutnya,pilih opsi I accept the terms in teh license agreement,lalu klik next
4.biarkan Oracle di instal pada lokasi default (C:\OracleXE\).Jika anda ingin menentukan direktori lain untuk       tujuan  instalasi,klik Browse dan tentukan direktori yang anda inginkan.lalu klik next untuk melanjutkan.
6.Tentukan password untuk user sys dan system lalu klik next.
7.klik install untuk memulai instalasi.
8.Tunggu beberapa saat sampai semua proses selesai,pada tahap ini yang di lakukan adalah melakukan   instalasi,membuat sekaligus menjalankan service Oracle dan melakukan konfigurasi database.
9.Hilangkan tanda cheklist pada opsi launch the database hompage,lalu klik finish untuk meng akhiri proses instalasi.
Untuk catatan: Pada Oracle Database 10g Expres Edition,database secara otomatis akan di buat dengan nama XE.Dengan demikian kita tidak perlu lagi membuat database secara manual,kita hanya perlu membuat user nya saja.
Membuat User Baru ke dalam Database XE
Untuk keperluan pembelajaran Oracle Essential kita perlu membuat user khusus,tujuannya adalah agar tabel-tabel yang akan di buat nanti tidak tercampur dengan tabel-tabel milik user sys maupun system,caranya adalah sebagai berikut:
1.klik Start / Program / Oracle Database 10g Expres Edition.
2.pilih Go To Database Home page
3.Isikan SYSTEM untuk Username dan masukan password yang anda kehendaki pada saat proses instalasi,lalu klik Login
4.Pilih Administration / Database User / Create User
5.Isikan nama user (misal: Amien) dan tentukan password (dua kali) untuk user tersebut,untuk keperluan pembelajaran,beri tanda cheklist pada opsi DBA( pada bagian Roles:) jika sudah klik create untuk melakukan pembuatan user.
5.Tampak bahwa sekarang dalam database XE terdapat dua user (Amien dan HR)
6,selesai ! klik logout untuk disconnect dari user SYSTEM.
2.Instalasi dan Konfugurasi Apache
Memperoleh software Apache
Apache adalah aplikasi web server yang akan kita gunkan,software versi terbaru dapat anda peroleh disitus resmi Apache:   http:// httpd.Apache/org/.
Melakukan Instalasi Apache
Untuk melakukan instalasi Apache  berikut caranya:
1.Buka direktori software\Apache
2.Jalankan file httpd-2.2.16-win32-x86-openss1-0.9.80.msi.
3.Klik untuk beralih ke form berikut nya.
4.Pilih opsi Iacept the terms in the license agreement,lalu klik next
5.Klik next untuk melanjutkan proses instalasi
6.Isikan Network Domain dan Server Name dengan Localhost
Dan Administrator Email Address dengan me@localhost lalu pilih opsi for All User,lalu klik next
7.Pilih Typical,lalu klik next
8.Klik Change untuk menentukan lokasi instalasi
9.Lalu tuliskan C:\Apache2.2\ pada kotak folder Name,lalu klik OK
10.Klik untuk ke form selanjutnya
11.Klik Install untuk memulai proses instalasi,tunggu beberapa saat sampai muncul form berikut nya
12.Klik Finish untuk mengakhiri proses instalasi.
Melakukan Konfigurasi Apache
Agar software Apache dapat di gunakan sebagai web server dari program-progran PHP yang nanti akan kita buat,kita perlu melakukan sedikit konfigurasi terhadap Apache,bagian ini akan membimbing anda untuk melakukan hal tersebut
1.Klik tombol Start > Progams > Apache HTTP Server 2.2 > Configure Apache Server
2.Pilih Edit the Apache httpd.conf Configuation File
3.Pastikan nilai untuk Document Root adalah sebgai berikut:
            Document Root”C:/Apache2.2/htdocs”
Document Root berfungsi untuk menentukan direktori yang akan di gunakan sebagai tempat anda meletakan file-file kode PHP yang anda buat
4.Ubah nilai Directory Index menjadi seperti berikut:
DirectoryIndex index.php    index.html
5.Carilah bagian (baris 358),tepatnya pada teks berikut:
            Addtype applicaton/x-compress  .z
            Addtype application/x-gzip  .gz  .tgz
Tambahkan teks dibawah ini kedalamnya:
            Addtype application/x-httpd-php   .php
            Addtype application/x-httpd-php   .phtml
            Addtype application/x-httpd-php   .php3
            Addtype application/x-httpd-php   .html
            Addtype application/x-httpd-php   .htm
            Addtype application/x-httpd-php-source   .phps
6.Simpan perubahan yang telah anda buat di dalam file httpd.conf.
7.Restart Apache menggunakan Start > Program > Apache HTTP Server 2.2 > Control Apache Server > Restart.
Menjalankan Server Apache
Untuk menjalankan server Apache,lakukan klik ganda(double) pada icon Apache yang berada pada bagian task bar.pada saat muncul Apache Server monitor,klik Start setelah klik Start bahwa indikasi server telah di aktifkan.
Untuk memastikan server Apache sudah siap untuk di gunakan,coba anda jalankan web browser.lalu tuliskan: http//127.0.0.1/ atau http//localhost/. Jika konfigurasi benar anda akan memperoleh tampilan yang bertuliskan: it work! “




3.Instalasi dan Konfigurasi PHP
Software PHP berfungsi untuk menterjemahkan kode-kode PHP yang kita tulis menjadi suatu halaman web. Software PHP versi terbaru dapat anda peroleh di situs resmi PHP:    http//www.php.net/.
Melakukan Instalasi PHP
Pada bagian ini anda akan mempraktekan cara melakukan instalasi PHP.
1.Matikan service Apache
2.Buka direktori Software\PHP
3.jalankan file php-5.2.14-win32-installer.msi.
4.klik next untuk form selanjutnya
5.Beri tanda cheklist pada opsi I accept the terms in the License aggrement,lalu klik next
6.Tentukan direktori tujuan instalasi,sebgai latihan isikan C:\PHP\ lalu klik next
7.lalu pilih Apache 2.2.x Module,lalu klik next
8.Isikan C:\Apache2.2\conf\.direktori ini adalah tempat file httpd.conf berada,klik next untuk melanjutkan proses
9.Tentukan modul-modul PHP yang akan di instal pastikan pada bagian Extension anda memilih modul tambahan Oracle (10) dan PDO| Oracle 10g Client and above.
10.Klik next untuk beralih ke form selanjutnya
11.lalu klik install untuk memulai proses instalasi,tunggu beberapa saat sampai muncul form berikutnya
12.klik finish untuk mengakhiri proses instalasi PHP.
Melakukan Konfigurasi PHP agar Memiliki Dukungan terhadap Oracle
Untuk melakukan konfigurasi agar PHP memiliki dukungan terhadap Oracle kita harus memodifikasi(merubah) sedikit.Bagian ini akan menunjukan kepada anda untuk melakukan hal tersebut.
1.Jalankan aplikasi Text Editor
2.Buka file php.ini yang ada di direktori C:\PHP
3.Pada baris 342,hilangkan tanda titik koma di depan text sehingga teks akan tampak seperi berikut:
            Eror_reporting = E_ALL & -E_NOTICE
4.Pada baris ke 373,ubah nilai display_errors menjadi On, sehingga teks akan tampak seperti berikut:
            Display_errors = On
5.Pada baris 496,ubah nilai magic_quotes_gpc menjadi On,sehingga teks akan tampak seperti ini:
            Magic_quotes_gpc = On
6.Pada baris 535,isikan nilai doc_root,sehingga tampak seperti ini:
            Doc_root = “C:/Apache2.2/htdocs”    ini adalah bagian terpenting.
7.Simpan perubahan yang anda lakukan pada file php.ini
8.Copy file php5ts.dll dari C:\PHP ke C:\Apache2.2\bin.
9.Restart komputer anda untuk memastikan semua konfigurasi telah terbarui.
Menguji Software PHP dengan membuat Contoh Aplikasi
Untuk menguji apakah software PHP terpasang di komputer anda sudah benar apa belum,anda bisa mencoba membuat kode PHP sederhana.contoh nya sebagai berikut:
1.Jalankan aplikasi text editor (C++)
2.tuliskan kode program berikut ini

3.Simpan file dengan nama welcome.php di dalam direktori C:\Apache2.2\htdocs
4.Jalankan web browser dan masukan alamat berikut ini: http//localhost/welcome.php
5.Jika semua berjalan dengan benar,maka anda akan melihat tampilan sebagai berikut ini:

4.SQL dalam Oracle
Apa itu SQL??
SQL adalah bahasa standar yang di gunakan untuk mengakses data di dalam database relasional,setiap server database relasional atau Relational Database Management System (RDBMS) mendukung SQL untuk mengatur dan mengolah datanya.
Sekarang kita akan mencoba membuat contoh Database Oracle:
Membuat Tabel
Tabel adalah suatu entitas  yang memiliki baris dan kolom,dalam dunia database,baris sering disebut dengan  Row dan kolom disebut dengan field.
Sintaks umum pembuatan tabel dalam Oracle adalah:
CREATE TABLE nama_tabel(
        Nama_field        tipe_data1,
        Nama_field        tipe_data2,
        ...
        Nama_fieldN  tipe_dataN
);
Contoh:
CREATE TABLE demo (
            ID INETGER NOT NULL,
            KETERANGAN VARCHAR2(50),
            CONSTRAINT pk_demo PRIMARY KEY (ID)
);

Perintah diatas akan membuat tabel dengan nama demo ke dalam database,tabel tersebut terdiri dari dua buah kolom(field):ID dan KETERANGAN,yang masing-masing bertipe INTEGER dan VARCHAR dengan lebar maksimum 50 karakter,NOT NULL yang didefinikasikan pada kolom ID menandakan bahwa kolom tersebut tidak boleh kosong,dengan kata lain dalam setiap baris data yang ada kolom teersebut harus diisi nilai,hal lain yang perlu di perhatikan juga dari perinyah diatas adalah pendefinisian constraint,pada perintah tersebut kita mendefinikasikan constarint dengan nama pk_demo,fungsinya adalah menentukan bahwa kolom ID akan di perankan sebagai primary key.
Primary key adalah suatu constarint yang dapat menjamin bahwa setiap baris data dalam suatu tabel harus bersifat unik (nilai nya tidak samaa antara baris satu dengan yang lain nya).
1.Jalankan SQL Command Line dengan Start | Programs | Oracle Database 10g Expres Edition | Run SQL Command Line
2. Login sebagai user yang telah anda buat,



3.Isikan sintaks SQL berikut untuk membuat tabel KATEGORI
            Create table kategori (
            Kategori_ID  Number Not Null,
            Kategori_Nama Varchar2(25),
            Constraint pk_kategori Primary key (Kategori_id)
);

4.Isikan sintaks SQL  berikut untuk membuat tabel PENGARANG
           Create table pengarang (
            Pengarang_ID char (3) Not Null,
            Pengarang_Nama Varchar2 (30),
            Constraint pk_pengarang Primay Key (pengarang_ID)
);


5.Isikan sintaks SQL  berikut untuk membuat tabel PENERBIT
Create Table Penerbit (
Penerbit_Id  Char (4) Not Null,
Penerbit_Nama Varchar2 (50),
Constraint pk_penerbit Primary Key (Penerbit_Id)
);

6.Isikan sinntaks SQL berikut untuk membuat tabel buku
            Create Table Buku (
            Buku_Isbn char(14) Not Null,
            Buku_Judul varchar2 (75),
            Penerbit_Id har (4),
            Buku_tglterbit Date,
            Buku_jmlhalaman Number,
            Buku_Deskripsi Varchar2 (1000),
            Constraint pk_buku Primary Key (Buku_Isbn),
            Constraint fk_buku_penerbit Foreign Key (Penerbit_Id)
            References Penerbit (Penerbit_Id)
);

Mengubah Nama dan Struktur Tabel
Berikut ini beberapa bentuk perubahan yabg di izinkan untuk suatu tabel yang terdapat di dalam database Oracle.
1.Mengubah Nama Tabel
Alter Table nama_table Rename To nama_tabel_baru;
Contoh:
Alter Table demo Rename To demo_oracle
Perintah diatas akan mengubah nama tabel dari demo menjadi demo_oracle
2.Mengubah Nama Kolom
Alter Table nama_tabel1 Rename Column nama_kolom to nama_kolom_baru;
Contoh:
Alter table demo Rename Column keterangan To deskripsi
Perintah diatas akan mengubah nama kolom pada tabel demo,dari keterangan menjadi deskripsi
3.Menambah kolom ke dalam tabel
Alter Table nama_tabel1 ADD (
Nama_kolom_baru1 tipe_data,
Nama_kolom_baru2  tipe_data,
...
);
Contoh:
Alter Table demo ADD (nama varchar2 (30));
Perintah diatas akan menambah kolom pada tabel demo dengan nama ‘nama’ dan tipe data Varchar2(30)
4.Menghapus Tabel
Berikut adalah bentuk umum untuk menghapus suatu tabel dari database
Drop Table nama_tabel1;
Contoh:
Drop table demo;
Perintah diatas akan menghapus tabel demo dari database.
Memanipulasi Data
Setelah pembuatan tabel selesai,prose selanjutnya yang perlu di lakukan dalam bekerja dengan Database adalah mengisikan data ke tabel-tabel tersebut,nantinya  data dalam tabel-tabel tersebut dapat di manipulasi (ditambah,diubah,atau dihapis)sesuai kebutuhan.
Menambah Data ke dalam Tabel
Untuk menambah data ke dalam tabel,kita perlu menggunakan perintah INSERT.Berikut ini bentuk perintah umum penggunaan perintah INSERT
INSERT INTO [nama_kolom1,nama_kolom2,...])
VALUES (nilai_kolom1,nilai_kolom2,..);
Contoh:
Insert Into penerbit (penerbit_Id,penerbit_nama)
            Values(‘PB06’,’Informatika’);
Perintah diatas akan membuat baris data baru ke dalam tabel Penerbit. Dengan perintah tersebut,kolom Penerbit_Id akan diisi nilai ‘PB06’ dan kolom Penerbit_nama dengan nilai ‘Informatika’.
Penulisan nama dan kolom dalam perintah INSERT biasanya di lakukan untuk memasukan data yang terdiri dari beberapa bagian kolom saja,tidak penuh.
Contoh:
1.Isikan sintaks berikut untuk mengisi data ke dalam tabel Kategori:
            Insert Into Kategori ( Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values  (1, ’Database’);
            Insert Into Kategori(Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values (2,’ Desain Grafis’);
            Insert Into Kategori ( Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values (3, ‘Jaringan Komputer’);
            Insert Into Kategori (Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values (4, ‘Pemrograman’);
            Insert Into Kategori (Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values (5, ‘Web dan Internet’);
            Insert Into Kategori (Kategori_Id, Kategori_Nama)
                        Values (6, ‘Office Application’);
Perintah di atas akan menampilkan hasil sebagai berikut:


















2.Isikan sintaks berikut untuk mengisi data kedalam tabel PENGARANG
           
 Insert Into Pengarang Values (‘ASW’, ‘Andi Setiawan’);
            Insert Into Pengarang Values (‘BRH’, ‘Budi Raharjo’);
            Insert Inti Pengarang Values (‘BTO’, ‘Beni Tito’);
            Insert Into Pengarang Values (‘DAR’; ‘Dewi Aulia Raharjo’);
Perintah diatas akan memberikan hasil sebgai berikut:















3.Isikan sintaks berikut untuk mengisi data kedalam tabel PENERBIT:
            Insert Into Penerbit Values (‘PB01’, ‘Angkasa Raya’);
            Insert Into Penerbit Values (‘PB02’, ‘Cahaya Ilmu Persada’);
            Insert Into Penrbit Values (‘PB03’, Sinar Ilmu Persada’);
            Insert Into Penerbit Values (PB04’, ‘Intan’);
Perintah diatas akan membrikan hasil sebagai berikut:











4.Isikan sintaks berikut untuk mengisi data kedalam tabel BUKU:
            Insert Into Buku Values (‘222-34222-1-0’, ‘Mudah Belajar Photoshop’,’PB01’,
            To_Date (‘2003/07/02’, ‘YYYY/MM/DD’) , 300,NULL);
            Insert Into Buku Values (‘222-34222-1-1’, ‘Panduan Gratis menggunakan Corel Draw’,’PB02’,
            To_Date (‘2004/03/15’, ‘YYYY/MM/DD’) , 400,NULL);
            Insert Into Buku Values (‘979-96446-9-0’, ‘Menguasai SQL’, ‘PB06’,
            To_Date (2009/10/12’, ‘YYYY/MM/DD’) , 346,NULL);
            Insert Into Buku Values (‘979-96446-9-1’. ‘Panduan Basis Data’,’PB01’,
            To_Date (2007/03/02’, ‘YYYY/MM/DD’) ,257,NULL);
Perintah diatas akan memberikan hasil sebgai berikut:
Mengubah Data di dalam Tabel
Data yang sudah tersimpan didalam suatu tabel dapat diubah sesuai kebutuhan,yaitu dengan menggunakan perintah UPDATE.Berikut ini adalah bentuk umum penggunaan perintah UPDATE.
UPDATE nama_tabel1
    SET nama_kolom1 = nilai1,
           nama_kolom2 = nilai2,
          ......
WHERE kriteria;
Contoh:
Update Penerbit
     Set penerbit_nama = ‘Informatika Bandung’
Where
     Penerbit_Id = ‘PB06’;
Perintah diatas akan mengubah data pada kolom Penerbit_nama di dalam tabel Penerbit,dari ‘Informatika’ menjadi ‘Informatika Bandung’.Perlu di perhatiakan bahwa baris data yang akan diubah hanyalah baris data kolom Penerbit_Id nya bernilai’PB06’.
Berikut ini contoh perintah update yang akan digunakan untuk mengubah beberapa kolom data sekaligus:
            Update Buku
Set
Buku_Judul = ‘Tuntunan Praktis Menggunakan Microsoft Word 2010’,
Buku_Penerbit = ‘PB02’
Where
Buku_ISBN = “999-11555-2-1’;
Perintah diatas akan merubah nilai dari kolom Buku_Judul dan Buku_Penerbit yang terdapat dalam tabel buku dengan nilai baru,Perubahan ini hanya akan di lakukan pada baris data yang memiliki Buku_ISBN sama dengan ‘999-11555-2-1’.
Menghapus Data dari dalam Tabel
Untuk keadaan-keadaan tertentu mungkin saja kita ingin membuang bebera[a baris data yang sudah tidak digunakan dari suatu tabel,untuk melakukan pekerjaan ini kita perlu menggunakn perintah DELETE.
Sintaks umum penggunaan perintah DELETE adalah sebgai berikut:
Delete from nama_tabel1
Where kriteria;
Kriteria berfungsi sebagai filter untuk membatasi atau menentukan data mana saja yang akan di hapus.
Contoh:
Delete from Buku
Where Buku_ISBN  = ‘888-96771-3-5’.
Perintah diatas akan menghapus baris data pada tebel buku yang Kolom Buku_ISBN nya bernilai ‘888-96771-3-5’.
Ingat! Anda harus menyertakan kondisi pada saat menggunakan perintah Delete.mengapa? karena jika kondisi tidak di sertakan maka semua baris data dalam tabel tersebut akan terhapus.
Selain perintah Delete,terdapat cara lain untuk menghapus semua data dalam suatu tabel yaitu dengan menggunakan perintah TRUNCATE.
Sintaks umum penggunaan perintah Truncate adalah sebgai berikut:
Truncate Table nama_tabel1;
Contoh:
Truncate Table Buku;
Maka perintah diatas akan menghapus semua baris data yangterdapat pada tabel Buku.Perintah Truncate lebih cepat daripada perintah Delete,karena pada perintah Truncate sebenarnya tabel di hapus( drop table) terlebih dahulu,kemudian di buat ulang dengan struktur yang sama persis seperti sebelum nya dan data kosong.prose penghapusan dan pembuatan ulang ini dilakukan secara implisit oleh server database oracle.
Membangun Koneksi antara PHP dan Oracle
Untuk membangun koneksi standar kita dapat membut suatu file khusus yang berisi kode sebagai berikut:















Simpan file tersebut dengan nama (misalkan) oraconn.php dan tempatkan di direktori kerja anda.Untuk menguji apakah database oracle dapat dibuat atau tidak,anda dapat memenggil file diatas secara langsung melalui web browser,dengan menuliskan URL http://localhost/php-oracle/oraconn.php.
Jika tidak ada masalah dan benar maka hasil yang akan di peroleh adalah sebgai berikut:


Menampilkan Data dari Database ke Halaman Web
Setelah koneksi berhasil di bangun,langkah selanjutnya yang perlu di lakukan adalah mengakses data di dalam databse,apakah itu untuk di manipulasi atau hanya untuk di tampilkan saja ke dalam halaman web,pada bagian ini kita akan mempraktikan cara mengakses dari database dan menampilkannya ke dalam halaman web.
Contoh:
Berikut ini contoh kode program lengkap yang akan menunjukan konsep atau cara menampilkan data dari suatu tabel di dalam database:

Dan hasil yang akan di berikan adalah sebagai berikut:

Contoh kode latihan Daftar Buku lengkap berikut nya sebgai berikut:

Dan hasil yang akan di berikan adalah sebagai berikut:




































Disini kita akan mencoba membuat latihan aplikasi dan kode lengkapnya sebagi berikut:



Dan hasil yang akan di berikan adalah sebagai berikut:

Kita akan mencoba aplikasi lain nya (misalkan) aplikasi Login,tapi ingat kita harus membuat database nya terlebih dahulu supaya bisa di panggil dan di tampilkan ke halam web.
Contoh membuat database nya:
Create table login (
"username" char (50) not null,
"password" char (40) not null,
primary 
Berikut adalah contoh kode lengkap nya:


Dan hasil yang akan di berikan adalah sebgai berikut:

Disini  kita harus mengisi form username dan password nya terlebih dahulu supaya bisa masuk.
 Dan kode untuk proses login nya adalah sebgai berikut:

Disini kita harus menyertakan kode Index supaya memudahkan dalam melakukan pemnggilan proses login nya
Dan kode lengkap nya sebgai berikut:

Dan hasil yang akan di berikan adalh sebagi berikut:

Kita juga akan mencoba membuat aplikasi yang bisa merubah password,sebelum nya kita harus membuat form nya terlebih dahulu dan kode lengkap nya sebgai berikut:

Dan hasil yang akan diberikan sebagi berikut:

Setelah membuat form nya selesai, pasti kita membutuhkan proses untuk masuk kedalam nya supaya bisa merubah password nya,dan untuk kode lengkap untuk proses change password nya adalah sebgai berikut:

Ingat kita harus mengisi form nya terlebih dahulu,supaya bisa merubah password lama ke password baru,dan hasil yang akan di berikan adalah sebagi berikut:














Disini saya mencoba berbagi ilmu dasar-dasar PHP + Oracle yang telah saya pelajari, bila ada kekurangan atau kurang komplit soal menjabarkan PHP + Oracle saya mohon maaf,untuk pengembangan nya bisa di lakukan sendiri dirumah anda masing-masing,Sekian dan Terima kasih semoga bermanfaat.Aminnn...
sumber link

No comments:

Post a Comment